لبسم الله الّرحمن الّرحيم

Segala puji hanya bagi Allah ‘azza wajalla. Semoga shalawat dan salam tetap tercurah kepada Nabi yang paling mulia diantara para Nabi-Nabi yang diutus.

Bersegeralah dalam menghafal Hadist Nabi Shalallahi wa’ala alihi shalawatu wassalam, adalah langkah yang sangat mulia bagi kita kaum muslimin dalam rangka menghindari kejahilan dalam ilmu agama. Menggunakan kecerdasan kita untuk menghafal Al-Qur’an dan Hadist serta hal yang bermamfaat lainya, serta menghapus dari memori kita hafalan-hafalan yang tidak bermamfaat yang hanya memenuhi memori kita serta membuat virus dalam otak kita. Hal ini tentu sangat bermamfaat bagi kebaikan kita di dunia dan akhirat, apa lagi zaman kita saat ini merupakan zaman yang penuh dengan fitnah (cobaan) dan fitnah yang terbesar adalah jahilnya (bodohnya) kita dari pemahaman Al-qur’an serta hadist-hadist Nabi Saw. Sabagai kaum mislim sudah umum diketahui bahwa Al-Qur’an dan Hadist merupakan pedoman hidup nya dan itu juga merupakan warisan yang ditinggalkan Nabi kita untuk keselamatan ummatnya.

Maka dengan kondisi yang seperti saat ini maka mari kita kembali dalam mempelajari hadist-hadist nabi Saw, semoga kita bisa terkikis dari kebodohan, dan memurnikan penghambaan kita hanya kepada allah Swt. Dalam rangka itu kami mencoba insyaallah menuliskan hadist-hadist yang sudah mashur dalam keseharian kita, baik tentang akhlak, akidah, ilmu, surga, neraka, mu’amalah, zakat, puasa, sholat, haji dal lain-lainya, yang insya allah kami posting secara bertahap (bersambung).

Semoga blog posting ini bermamfaat untuk penulis sendiri dan kita semua dalam memulai menghafal hadist-hadist shahih dan kitab-kitab sunnah, juga didalam menuntut ilmu syar’i, insya allah hadist yang kami tampilkan dari hadist-hadist shahih.

Hadist – 1

  1. Orang yang paling Utama untuk kita berbuat baik kepadanya.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَة رَضِيَ اللّهُ عَنْهُ قاَلَ : جاَءَ رَجُلٌ إِلىَ رَسُوْ لِ اللّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ واسَلَّمَ، فَقاَلَ :ياَرَسولُ اللَّهِ مَنُ أَحَقُّ النَّاسِ بِحُسْنِ صَحَاَبَي ؟ قاَلَ : أُمُّكَ، قاَلَ: ثُمَّ مَنْ ؟ قاَلَ : أُمُّكَ، قاَلَ : ثُمَّ مَنْ ؟ قاَلَ: أُمُّكَ، قاَلَ: ثُم مَنْ؟ قاَلَ : أَبُوْكَ ﴿مُتَفَقٌ عَلَيْهِ﴾

Dari Abu Hurairah, ra, ia berkata,”telah datang seorang laki-laki kepada Rasulullah Saw, lalu ia berkata, ‘wahai Rasulullah, siapakah orang yang lebih utama untuk aku berbuat baik kepadanya?’ Rasulullah menjawab, ‘Ibumu’. Dia berkata lagi,’kemudian siapa lagi?’ Beliau menjawab, ‘Ibumu’. Dia bertanya lagi, ‘kemudian siapa lagi?’ Beliau menjawab, ‘Ibumu’. Dia bertanya lagi, ‘kemudian siapa lagi?’ Beliau menjawab, ‘Bapakmu’.” ﴾Hadist riwayat: Muttafaq Alaih﴿

Hadist -2

  1. Kalimat yang ringan diucapkan, Tapi berat timbangan

    عَنْ أَبِي هُرَيْرَة رَضِيَ اللّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُوْلَاللَّه صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قاَلَ: کَلِمَا تاَنِ خَفِيْفَتاَنِ عَلىَ اللِّساَنِ ثَقِيْلَتاَنِ فِي الْمِيْزَانِ حَبِيْبَتاَنِ إِلىَ الْرَّحْمَنِ سُبْحاَنَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ سُبْحَانَ اللَّهِ الْعَضِيْمِ ﴿متفق عليه﴾

     

Dari Abu Hurairah, ra. Bahwa Rasulullah Saw bersabda, “Dua kalimat yang ringan (diucapkan) di lidah, berat dalam timbangan, dan dicintai oleh Ar-Rahman, yaitu Subhanallahu Wabihamdihi, Subhanallahil ‘Azhim.”
Muttafaq ‘Alaih﴿

 

Bersambung….

Komentar ditutup.