Inilah bentuk permainan judi di balik dunia maya: Zynga Texas Hold’em Poker. Permainan yang hanya bisa diaplikasikan lewat Facebook ini, menurut Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara, sudah mengarah ke judi lantaran di dalamnya ada unsur gambling (taruhan) uang.

“Meski orangnya berjudi di dunia antah brantah, dampaknya bisa dilihat secara nyata. Ada yang kalah dan ada yang menang. Unsur judi memang begitu kentara lantaran terjadinya jual beli chip sebagai modal untuk bermain Poker,” kata Prof. DR. Amroeni MAg, anggota Pendidikan dan Pengajaran MUI Sumut di Medan, kemarin. 
Hal senada disampaikan Dra. Hj. Rosmiana Dalimunthe MA, Dewan Komisi Pemberdayaan Perempuan MUI Medan. Menurutnya, segala bentuk permainan yang sifatnya dapat menguntungkan dan merugikan seseorang dalam bentuk uang adalah perbuatan haram.
“Saya lihat permainan Poker sudah jelas mengarah ke sana. Chip Poker itu bisa diuangkan. Lewat chip itu pula orang baru bisa bermain Poker. Artinya ada unsur judi di dalamnya, jadi permainan ini haram,” kata Pembantu Dekan III Fakultas Ushuluddin Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sumut, ini.

Poker juga, kata Rosmiana, merupakan bentuk permainan yang bisa melalaikan seseorang.

“Jadi setiap permainan yang sifatnya bisa melalaikan seseorang, itu bisa dikategorikan haram. Semua bentuk yang melalaikan hukumnya haram. Ini jelas tertulis di Hadist dan Alquran,” pungkas wanita berkacamata itu.

Dari sisi hukum, Poker juga merupakan jenis permainan mirip judi sebagaimana yang diatur dalam pasal 303 KUHP. Substansi dari pasal itu, menurut pakar hukum Syaifudin AW SH, segala bentuk permainan yang mencari keuntungan hanya mengandalkan peruntungan belaka, serta adanya trik-trik khusus agar lebih mahir dalam permainan itu, bisa dikategorikan judi.

“Poker itu sudah mirip judi, lantaran ada taruhan duit di dalamnya karena harus membeli chip terlebih dahulu agar bisa bermain, dan chip ini diperjualbelikan,” katanya.

Pria berdarah Aceh ini berencana mengajukan usulan ke Kemenkominfo agar segera mengusut dan meneliti situs permainan tersebut. “Jika memang Poker telah terbukti merusak mental genarasi muda, situs jenis ini perlu ditutup di Indonesia,” katanya. (*)

Sumber :
http://www.kabarindonesia.com/berita.php?pil=26&dn=20101206175629

Penulis : Zainul Arifin Siregar, Sag | 07-Des-2010, 03:00:14 WIB

Komentar ditutup.