Fungsi IF Nested

Fungsi if biasanya digunakan untuk menyeleksi suatu kondisi, atau menyeleksi lebih dari satu kondisi (if nested / multiple if). Pada banyak kasus pekerjaan harian kita dengan menggunakan excel, kadang kita butuh hasil dari berbagai pilihan pernyataan ( logical test). dari suatu data nilai, kita ingin memberikan pilihan untuk berbagai kondisi yang kita inginkan misalnya, dari data nilai rata-rata kita ingin membuat batasan untuk pemilihan jurusan di kelas XI SMA, yang diambil dari rata-rata mata pelajaran Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan matematika (lihat contoh tabel dibawah). Dengan asumsi untuk nilai rata-rata 75 kebawah masuk jurusan Bahasa, nilai rata-rata 75 s/d 85 masuk jurusan IPS dan nilai rata-rata 85 keatas masuk jurusan IPA, untuk lebih mudah lihat tabel dibawah.

 

Sebagai contoh pada tabel diatas, kita cari nilai rata-rata gunakan rumus : “average”.caranya tempatkan kursor pada sel rata-rata (F5), ketikan rumus : =average(C5:E5) enter.

Setelah nilai rata-rata kita peroleh, untuk kolom pilihan jurusan kita gunakan fungsi IF nested dengan menggunakan logika pada asumsi diatas. Asumsi diatas dapat kita buat pernyataan kira-kira berbunyi:

  • Jika nilai rata-rata kecil dari atau sama dengan 75, maka jurusan ” BAHASA”
  • Jika nilai rata-rata kecil dari atau sama dengan 85, maka jurusan “IPS”
  • Selain itu jurusan “IPA”

Lebih jelasnya kita lihat rumus umum dari fungsi IF nested, yaitu : =if(logical_test1;[value_if_true1];if(logical_test2;[value_if_true2];if(logical_test….;[value_if_true…];[value_if_false]))).

Maka pada kolom jurusan dapat diketikan rumus fungsi if nya (sesuai logika pada asumsi):

=if(F5<=75;”BAHASA”;if(F5<=85;”IPS”;”IPA”)).

Perlu diperhatikan dalam rumus tersebut, BAHASA, IPS,dan IPA dibuat dalam tanda petik dua, karena ketiganya adalah teks bukan angka, hasilnya dapat dilihat seperti dibawah:

 

Selamat mencoba.

Komentar ditutup.