Kecakapan Hidup (Life Skill)

Dari zaman ke zaman tantangan dalam kehidupan terus mengalami perubahan, perubahan itu tidak dapat dihindari oleh manusia, karena manusia hidup penuh dinamika. Setiap zaman punya tantangan sendiri.

Dulu manusia hidup dengan alam yang kaya raya, sumber alam yang berlimpah membuat mereka hidup dalam keadaan aman dan damai. Mereka tidak perlu sekolah formal, tapi mereka mampu bertahan hidup dengan kemampuan mereka menyesuaikan diri dengan alam dengan pengelaman mereka mereka mampu menklukkan alam untuk hidup mereka.

Berbeda dengan zaman ini, yang penuh dengan perkembangan sain dan teknologi, telah merobah pola hidup mereka. Untuk dapat hidup dengan baik perlu persiapan ilmu yang mapan untuk dapat menaklukan kehidupan yang sangat dinamis ini.

Anak – anak dididik dengan berbagai pengetahuan dan disiplin ilmu, dengan harapan mereka dapat menguasai ilmu sebagai bekal untuk kehidupan mereka yang lebih baik, namun harapan itu kadangkala tidaklah dapat memenuhi segala keinginan mereka untuk memperoleh kehidupan yang lebih layak.

Hal ini terlihat dengan betapa sulitnya bagi kalangan generasi muda yang sudah meneyelesaikan studinya baik tingkat menengah maupun perguruan tinggi, sehingga menimbulkan masalah baru yakni tinggi nya tingkat pengangguaran saat ini. Mengapa ini terjadi?

Ilmu pengetahuan dan disiplin ilmu tertentu saja tidaklah cukup, tapi ada yang tidak dipikirkan oleh para pelajar atau mahasiswa bahwa untuk kehidupan disekolah atau dikampus tidaklah dengan ilmu yang mereka miliki tidaklah mudah untuk laksanankan dilapangan kerja atau ditengah kehidupan yang nyata. Tetapi perlu suatu kecakapan lain, yang dengan kecakapan ini seseorang dapat menghadapi tantangan hidup dalam kehidupan yang nyata dengan kehidupan yang wajar jauh dari tekanan, kemudian mampu secara proaktif dan kreatif untuk menyelesaikan persoalan tantangan kehidupan.

Kecakapan ini diperlukan untuk membangun suatu keidupan yang sukses dan bermartabat. Kemampuan seperti apa, yaitu kemampuan untuk bisa berpikir kompleks dan kritis, berkomunikasi secara efektif, membangun kerjasama, bertanggung jawab sehingga ada kesiapan untuk memasuki dunia kerja. Kemampuan ini tidaklah diperoleh melalui pendidikan khusus.

Kemampuan inilah yang disebut dengan lif skill (kecakapan hidup), kecakapan inilah yang perlu di integrasikan dalam pendidikan formal dengan memberdayakan segala potensi siswa, potensi sekolah dan potensi lingkungan sekitarnya. Dengan demikian pembelajaran dapat lebih fleksibel dikembangkan sesuai dengan potensi lingkungan atau daerah disekitarnya, dengan harapan siswa selain memiliki ilmu secara teori juga memiliki kemampuan untuk bisa membaca prospek dan berpikir kreatif dan inofatif untuk mengembangkan dirinya sesuai dengan tuntutan potensi daerahnya, sehingga mudah untuk menyesuaikan diri dalam segala bentuk problem dalam kehidupannya.

Untuk dapat memiliki kemampuan tersebut setidaknya ada beberapa aspek yang harus di implentasikan dalam sistem pembelajaran disekolah, diantaranya:

  1. Kecakapan Dasar , meliputi: 1) belajar mandiri; 2) membaca, menulis dan menghitung; 3) berkomunikasi; 4) kecakapan berpikir; 5) kecakapan kalbu; 6) kecakapan mengolah raga; 7) kecakapan merumuskan kepentingan dan cara mencapainya; 8) kecakapan berkeluarga dan sosial.
  2. Kecakapan Instrumental, meliputi: 1) kecakapan pemanfaatan teknologi; 2) kecakapan memanfaatkan informasi; 3) kecakapan bekerja sama dengan orang lain; 4) kecakapan dalam mengelola sumber daya alam; 5) kecakapan berwirausaha; 6) kecakapan memilih dan mengembangkan karir; 7) kecakapan menjaga harmoni dengan lingkuangan.
  3. General lif skill, terdiri dari: 1) kecakapan kesadaran diri (personal skill), meliputi kesadaran sebagai makhluk Tuhan, sadar akan potensi diri, sadar sebagai makhluk sosial, sadar sebagai makhluk lingkungan. 2) kecakapan berpikir, meliputi: kecakapan menggali informasi, menyelesaikan masalah secara kreatif dan inovatif, kecakapan mengambil keputusan secara cepat dan tepat. 3) kecakapan sosial, meliputi kecakapan berkumunikasi secara lisan maupun tulisan, kecakapan bekerjasama.
  4. Spesifik life skill, yaitu kecakapan yang terkait dengan pekerjaan yang ada dilingkungan dan ingin ditekuni.
  5. Sosial skill, meliputi kecakapan memelihara hubungan dengan masyarakat umum, dan kecakapan memelihara hubungan dengan masyarakata khusus.
  6. Environental skill, meliputi kecakapan memelihara lingkungan nyata.
  7. Occupational skill, yaitu menguasai salah satu pekerjaan yang halal.

 

Referensi:

    Kunandar, S.Pd, M.Si. 2007. Guru Profesional.PT. Raja Grafindo Persada : Jakarta

Komentar ditutup.