Sejak tahun 2006, pemerintah melaksanakan kurikulum KTSP yang dikatakan kurikulum yang lebih sempurna dari kurikulum yang sebelumnya yang berbasis kompetensi (kuriukulum KBK), kembali di awal 2013 ini pemerintah menggodok lagi kurikulum yang namanya kurikulum 2013, yang rencananya akan dilaksanakan mulai tahun ajaran 2013-2014 ini.
apa yang mendasar dari perubahan kurikulum ini?,
dari Rasoinalitas Penambahan jam Pelajaran:

  • perubahan proses pembelajaran (dari siswa diberitahu menjadi siswa mencari tahu) dan proses penilaian (dari basis output menjadi basis proses dan output) memerlukan penambahan jam pelajaran.
  • kecendrungan akhir – akhir ini banyak negara meambah jam pelajaran (KIPP di AS, korea selatan)
  • perbandingan dengan negara-negara lain, menunjukan jam pelajaran di indonesia relatif singkat
  • walaupun pembelajaran di Finlandia relatif singkat tetapi didukung dengan pembelajaran tutorial.

Elemen perubahan:

  • Kompetensi lulusan : peningkatan dan keseimbangan soft skill dan hard skill yang meliputi aspek kompetensi sikap, keterampilan dan pengetahuan.
  • Kedudukan mata pelajaran (ISI): kompetensi yang semula diturunkan dari mata pelajaran berubah menjadi Mata pelajaran dikembangkan dari kompetensi
  • Pendekatan: kompetensi dikembangkan melalui: 1) tematik integratif dalam semua mata pelajaran (SD), 2) Mata pelajaran (SMP), 3) Mata Pelajaran (SMA), 4) vokasional (SMK)
  • Struktur kurikulum:
  1. SD : Holistik berbasis sains, jumlah mata pelajran dari 10 menjadi 6, jumlah jam bertambah 4 JP/minggu.
  2. SMP : TIK menjadi media semua mata pelajaran, pengembangan diri terintegrasi pada setiap mata pelajaran dan ekskul, jumlah mata pelajaran dari 12 menjadi 10, jam bertambah 6 JP/minggu
  3. SMA : ada mata pelajaran wajib dan ada mata pelajaran pilihan, terjadi pengurangan mata pelajaran yang harus diikuti siswa, jumlah jam bertambah 1 JP / minggu.
  4. SMK : penambahan jenis keahlian ( 6 prog keahlian, 40 bidanga keahlian, 121 kompetensi keahlian), pengurangan adaptif dan normatif, penambahan produktif,
  • Proses Pembelajaran: standar prose di lengkapi dengan mengamati, menanya, mengolah, menyajikan, menyimpulkan dan mencipta
  • Penilai Hasil Belajar: berbasis kompetensi, penilaian otentik, Penilaian acuan patokan(PAP), penilain juga pada level  kompetensi inti dan SKL, fortopolio
  • Ekstra kurikuler : Pramuka (wajib untuk semua tingkatan), UKS, PMR, bahasa inggeris (SD), OSIS, UKS, PMR, dll (SMP, SMA,SMK)

melihat perubahan ini, terutama di tingkat SD dan SMP mungkin akan menimbulkan masalah baru bagi siswa dan guru, di tingkat SMP pelajaran TIK yang tidak lagi berdiri sendiri akan menjadi masalah dengan gurunya. Guru yang selama ini mengampu mata pelajaran TIK bahkan sudah memiliki setifikasi profesi guru TIK akan di kemanakan? Guru nya ada tapi mata pelajarannya dihapus, membingungkan guru akan jadi bola pimpong apalagi guru dituntut mengajar tatap muka wajib 24 jam, sekarang mata pelajaranya hilang, terus apakah di setiap daerah guru mempunyai kemampuan yang sama untuk mengintegrasikan TIK pada setiap mata pelajaran.

mudah-mudahan carut marut pendidikan di Indonesia tidak terus berlanjut yang berakibat merugikan siswa dan pendidik.

13 responses

  1. James What mengatakan:

    Ga usah takut mas, Saya juga guru TIK.

    TIK itu masih sangat diperlukan baik oleh guru dan siswanya serta kepala sekolah yang rata2 ga ngerti TIK. Sekolah ga akan jalan dengan lancar kalo ga ada orang TIK. Coba aja ketika jaringan macet sebentar atau komputer kena virus, semua kegiatan langsung tersendat, pada pusing dan marah2 kan mereka. Lha itu baru virus, belum urusan IT yang lain seperti guru atau kepsek yg ga ngerti cara mengoperasikan/troubleshooting perangkat IT, website sekolah yang mesti di-mantain, server, modem, sistem keuangan, kepegawaian, penggajian, koperasi, minimarket, sistem pembayaran SPP, penggajian, PSB, elearning dll dll. Siapa yang bisa ngurus..??

    Padahal selama ini orang TIK udah rela dibayar murah demi pendidikan. Tapi sekarang malah lebih diremehkan dan dianggap gampang karena dikira bisa dihandel guru2 non TIK yang emang ga minat TIK tapi kini dipaksa nguasain TIK yg luas dan berkembang tiap detik itu??. Ya silahkan…

    Kita ga usah berkecil hati…. Karena mungkin justru inilah saatnya kita pasang tarif yang lebih layak. Tapi nanti kali ya setelah mereka yang meremehkan kita merasakan dampak dari kurikulum 2013. Mudah2an nanti mereka tidak sombong dan cukup bijaksana untuk mengakui kalo mereka udah meremehkan kita.

    Saya yakin orangtua juga berharap anak2 mereka punya skill TIK yang yang LEBIH DALAM yang diajarkan oleh profesional IT. Bukan skil TIK yang diajarkan oleh oleh guru sejarah-biologi-sosiologi dll, mereka rata2 tidak minat IT jadi skill-nya pun ga dalem. Nyiapin materi sejarah-biologi-sosiologi dll udah repot apalagi mesti mengintegrasikan dengan skill IT yg sangat luas dan berkembang setiap detik??? Mana mungkin??? Mungkin bisa sih tapi paling2 badannya jadi lebih kurus dari kebanyakan orang2 IT yg sering meres otak hehe…

    Kita lihat saja nanti kurikulum 2013 yang meremehkan peran TIK, kalo semua guru TIK pada hijrah ke tempat lain, paling itu kurikulum bakal kelabakan. Generasi lulusan SMA yang skill IT-nya dalem akan semakin sedikit, berarti persediaan tenaga IT akan semakin langka. Nah di sinilah hukum SUPPLY AND DEMAND berlaku. Tenaga IT akan semakin mahal ya toh… Alhamdu… lillaaah. 🙂

    Nanti justru SMP dan SMA akan berebutan tenaga IT professoinal, kalo ga mau berebutan mungkin cari aja IT yang ecek2 dan ga professional kali ya, paling pengaruhnya itu sekolah ga maju2 dan akan ditinggalkan calon siswa baru hehe. sebab kalo yang professional mendingan kerja di perusahaan atau tempat kursus atau di Universitas karena bayarannya akan lebih layak.

    Lebih mantaff lagi kalo orang TIK bikin wadah untuk meningkatkan skill biar lebih professional. Sehingga nanti bisa bikin perusahaan, entah tempat kursus, konsultan IT dll yg insya Allah seperti tadi saya bilang pesaingnya makin sedikit karena generasi SMA sudah dikebiri skill IT-nya. kurikulum 2013 sudah membuat generasi SMA hanya memiliki skill yg secukupnya untuk belajar MA-FI-KI-BIO-ING dll. Nah di sinilah kita bisa kompak pasang tarif yang lebih layak dan sesuai dengan pengorbanan kita.

    Oh ya, saya yakin nanti TEMPAT KURSUS BAKAL RAME dikunjungi guru2 MA-FI-KI-BIO-ING dll, karna mereka wajib ngerti TIK kan? Juga bakal rame dikunjungi siswa2 SMP dan SMA yang orangtuanya ga puas dengan skill IT yg cuma seperlunya, yg didapat dari SMP atau SMA hehe…

    Nah jadi jangan khawatir, justru KURIKULUM 2013 AKAN MEMBUAT TENAGA IT SEMAKIN LANGKA DAN MAHAL. Maka itu mendingan kita hijrah dan jadikan ini sebagai DENDAM POSITIF untuk meningkatkan skill kita.

    Peace,
    James What.

  2. Dwi mengatakan:

    Saat ini kebimbangan tentu dirasakan oleh semua rekan rekan pengajar TIK,kl saya setuju jd dengan koment saudara aisyah.tidak semua daerah memiliki guru yg mampu tik,pegang komputer aja gk bs apalagi ngajar.tentunya mereka tetap butuh tenaga yg memel IT.dunia pendidikan semakin pening,kenapa tdk ada solusi dr pemerintah sendri ,kemana nasib kami dibawa.

  3. m. zainur mengatakan:

    Data realita didaerah saya,

    1. Semua siswa sekarang memang sudah mampu dalam arti kemampuan dalam bidang TIK, dan kemampuan yang didapat oleh sebagian besar siswa adalah hasil dari pembelajaran TIK di kelas.

    2. Jika Semua Guru Mapel dituntut mengajarkan materi dengan gabungan teknologi TIK, masih banyak guru kemampuannya di bidang TIK lemah. Bahkan siswa-siswanya malahan yang lebih mampu dan kreatif dibanding gurunya.

    • agussilba mengatakan:

      salam ,tk mas zainur, ilmu TIK bisa dikembangkan masuk kemana saja, bisa aja kita mengelola pusat media pembelajaran berbasis TIK disekolah, yang penting ada hitungan yang jelas dengan sekolah.

  4. Tati Indriani mengatakan:

    solusi untuk guru IPS yang mengajar di SMK bagaimana pak menteri? apalagi saya sudah PNS dan bersertifikasi.

  5. wawan mengatakan:

    sy mau dikemanakan?

  6. Didah Septiana mengatakan:

    ini pernyataan dari Bapak Nuh:

    “Jadi TIK menjadi media semua mata pelajaran untuk jenjang SMP ini sehingga anak-anak juga bisa mengenal teknologi dengan baik,” kata Nuh saat jumpa pers di Kantor Kemdikbud, Jakarta, Selasa (13/11/2012).

    “Tidak ada pelajaran komputer sendiri. Itu semua diintegrasikan dengan mata pelajaran lain,” jelas Nuh.

    apabila kita kaji lebih jauh, harusnya TIK tetap di adakan diajarkan, dan untuk lebih menggembangkannya dapat diintegrasikan dengan mata pelajaran lain, bukannya seharusnya begitu ??????

    • agussilba mengatakan:

      untuk ibuk didah, ibuk aisyah, pak umar dan rekan yang lain, memang ini kegalauan sesama guru TIK, jika tidak jelas nanti perubahan pada standar isi, ini akan menjadi problem apalagi Guru TIK itu bukan satu dua orang baik yang asli TIK, atau pun yang bukan tapi sudah mengampu pelajaran TIK sekian lama ditambah lagi bagi yang sudah punya sertifikat pendidik tentu akan jadi sia-sia, tentu harapan kita semua pemerintah mempunyai solusi yang cerdas tidak mengorbankan guru.

    • Pujo Cahyono mengatakan:

      TIK dan media pembelajaran, ini yang harus jadi perhatian bersama, ditunggu kunjungan baliknya http://pcahyono.blogspot.com/2013_02_01_archive.html

  7. Umar Fadloli mengatakan:

    karep kerepmu kono setelah tik dihapus guru tik galandangan terus ada mata pelajaran baru prakarya lalu cari guru yang berpotensi lulusan prakarya besuk sepulu tahun tahun lagi dihapus guru prakarya gelandagan lagi wes wes wes wes wes ajur tolong pikir dulu ini berkaitan dengan manusia bukan dengan hewan

  8. feetri mengatakan:

    serba membingungkan.. apalagi kita utk tik smp jakpus udh mau buat lomba tik tingkat jakpus yg ke 3 akhirnya terbengkalai..

    • Aisyah firlando mengatakan:

      mapel TIK itu sangat perlu apalagi di jaman serba teknologi komputer, harusnya mapel TIK semakin ditingkatkan, ini koq malah di hapuskan, aneh ????
      dengan adanya mapel TIK sebenarnya sangat menunjang mapel yang lain. coba saja kita pikirkan, apabila siswa-siswi tidak mendapat mapel TIK, apakah bisa mereka mengerjakan tugas dengan ms word ? membuat gambar dengan menggunakan Corel Draw ? menggunakan spreed sheet pakai ms excel ? sy rasa tidak semua siswa bahkan gurunya jg dpt mengoperasikan KOMPUTER
      coba tolong dipertimbangkan dan dipikirkan lagi, tks