Melihat kembali kebelakang sejarah ujian akhir pendidikan dasar dan menengah di Indonesia, sudah 48 tahun Indonesia melaksanakan Ujian Akhir dari SD sampai SMA dengan nama yang berubah-rubah setiap periode.

Jenis Ujian

Masa Tahun

Ujian Negara

1965 – 1971

Ujian Sekolah

1972 -1979

Evaluasi Belajar Tahap Nasional (EBTANAS)

1980 – 2000

Ujian Akhir Nasional (UAN)

2001 – 2004

Ujian Nasional (UN)

2005 – sekarang

Sumber : wikipedia

Sistem EBTANAS termasuk yang lama bertahan yaitu selama 20 Tahun, jika kita lihat misi ujian nasional adalah untuk meningkatkat mutu pendidikan Indonesia. Hasil Ujian Nasional penentu untuk masuk tingkat pendidikan diatas nya SD sampai SMA, sedangkan untuk Perguruan Tinggi memiliki mekanisme sendiri untuk seleksi masuk.

Ujian Nasional saat ini yang debut dengan UN/UNAS adalah sistem evaluasi standar pendidikan dasar dan menengah secara Nasional dan persamaan mutu tingkat pendidikan antar daerah yang dilakukan oleh Pemerintah melalui Pusat Penilaian Pendidikan, Depdiknas di Indonesia berdasarkan Undang-Undang Repoblik Indonesia no 20 Tahun 2003 menyatakan bahwa dalam rangka pengendalian mutu pendidikan Indonesia secara Nasional dilakukan evaluasi sebagau bentuk akuntabilits penyelenggara pendidikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan. Lebih lanjut dinyatakan bahwa evaluasi dilakukan oleh lembaga yang mandiri secara berkala, menyeluruh, transparan, dan sistematik untuk pencapaian standar nasional pendidikan dn proses evaluasi tersebut dilakukan secara terus menerus dan berkesinambungan pada akhirnya akan dapat membanahi mutu pendidikan.

Namun konsep pendidikan Indonesia belum mampu untuk memenuhi mutu pendidikan di Indonesia secara nasional apalagi jika dibandingkan dengan negar lain di dunia, terbukti sampai tahun 2012 yang lalu mutu pendidikan Indonesia terus melorot di dunia, sumber Okezon tanggal 12 November 2012 menyebutkan Sistem Pendidikan Indonesia menempati peringkat terendah di dunia, menurut tabel liga global yang diterbitkan firma pendidikan Pearson. Tempat pertama di duduki oleh Finlandia dan kedua Korea Selatan, sementara Indonesia berada di posisi terbawah bersama Meksiko dan Brazil.

Mengapa Simtem Pendidikan Finlandia adalah yang terbaik didunia?

Bayangkan untuk setiap bayi yang lahir kepada keluarga diberi matenity packege yang berisi buku bacaan untuk ibu, ayah, dan bayi itu sendiri. Alsannya, PAUD adalah tahap belajar pertama yang paling kritis dalam belajar sepanjang hayat. 90% pertumbuhan otak terjadi pada masa usia Balita dan 85% brain path berkembang sebelum anak masuk SD ( usia 7 tahun ).

Sebesar 25% kanikan pendapatan Nasional Fnlandia disumbangkan oleh meningkatnya mutu pendidikan, bandingkan dengan Indonesia jangankan untuk memberikan bacaan untuk ibu yang baru melahirkan serta bayinya, untuk sekolah dasar sampai tingkat menengah saja biaya buku sangat mahal, pemerintah tidak mampu untuk memberikan buku garatis untuk siswa, sesuatu yang mustahil untuk bisa meningkat mutu pendidikan secar nasional, belum lagi kesenjangan sarana pendidikan antar daerah di seluruh indonesia.

Berdasarkan data UNESCO yang dikutip OKE ZONE tahun 2011 dari 127 negara, Indonesia berada pada posisi ke-69 dibawah Malaysia dan Brunei, pemeringkatan Indonesia dimata dunia, masuk dalam kategori negara medium.

Di Finlandia fekwensi tes benar-benar dikurangi, Ujian nasional hanyalah Matriculation Examination untuk masuk Perguruan Tinggi, sementara indonesia menjadikan Ujian Nasional 60% sebagai penentu kelulusan siswa.

Dalam kurun waktu 2003 sampai sekarang terjadi penurunan mutu pendidikan sebenarnya secara drastis, sebab data keberhasilan perolehan nilai UN adalah semu karena dipenuhi dengan manipulasi mulai dari rapor sampai pelaksanaan Ujian secara masiv dan sudah sitemik, sehingga apa yang diharapkan dari pendidikan manusia yang beriman dan bertakwa , bermoral serta berilmu sudah ternodai.

Ujian Nasional hanya menghasilkan siswa yang kurang bermoral, tidak menjujung tinggi nilai-nilai kejujuran yang bermuara pada munculnya sikap korupsi pada generasi penerus bangsa ini. Lalu siapa sebenarnya yang membuat pendidikan indonesia GAGAL? Ini adalah kegagalan yang sudah sistemik dari penguasa sampai ke GURU, berpuluh tahun pendidikan indonesia baru lima tahun belakangan muncul kecurangan UN yang berawal dari guru, sekolah atau institusi pendidikan yang lebih tinggi. Ketika sang GURU sebagai yang digugu dan ditiru tidak lagi bisa jadi panutan mulai dari berbuat curang sampai dengan tindakan Amoral merupakan bentuk kemunduran dan rusaknya pendidikan di Indonesia.

Akhir dari tulisan saya ini, berharap Pemerintah meninjau ulang SISTEM EVALUASI Pendidikan Indonesia terutama UN bila perlu di tiadakan karena selama 48 tahun sistem ini telah gagal meningkatkan mutu pendidikan indonesia, merubah pradikma guru tidak hanya memberi nilai dan meluluskan siswa akan tetapi menenamkan karakter yang bermoral, bermartabat, kepada siswa. Yang tidak kalah penting adalah meningkatkan moralitas GURU, sehingga guru betul-betul mendapatkan penhargaan yang sangat tinggi di masyarakat, seperti yang ada di Finlandia, Jepang dan korea, dimana guru menjadi lebih terhormat dari pada jadi dokter atau insinyur.

Komentar ditutup.